Penyuluh Agama Islam 4.0: Spirit Profetik di Era Artificial Intelligence

whatsapp image 2026 04 25 at 10.12.21 web
Judul

Penyuluh Agama Islam 4.0: Spirit Profetik di Era Artificial Intelligence

Penulis

Ferdiansah, S.Ag., M.Ag. Syafiatul Umma, S.Sos. Maslahatul Kaunaini Ayatillah, S.Sos. Fatihatul Anhar Azzulfa, S.H., M.H. Su’udyah Ningrum, S.Ag., M.Ag., KUMI. Risma Fadlilatul Iffah, S.Ag. Diah Ayu Irawati, S.Ag. Osamah Zahrul Muttaqin, S.Ag. Rizky Lailatus Safrida, S.Sos. Islamia Febriansyah, S.Sos. Belda Eldrit J, S.Sos., M.Sos

Jumlah Halaman 225
ISBN dalam proses
Harga 90.000

Sinopsis:

Buku “Penyuluh Agama Islam 4.0: Spirit Profetik di Era Artificial Intelligence” lahir dari kegelisahan sekaligus kesadaran kritis akan minimnya akses informasi mengenai peran strategis Penyuluh Agama Islam di Indonesia. Melalui perspektif segar anak muda, buku ini menghadirkan mozaik pengalaman, refleksi, serta dinamika profesi penyuluh di tengah arus transformasi digital yang kian masif.

Mengurai jejak historis sejak pengakuan jabatan fungsional pasca kebijakan negara hingga perkembangan mutakhir regulasi, buku ini menegaskan bahwa Penyuluh Agama Islam bukan sekadar profesi administratif, melainkan garda terdepan dalam membimbing kehidupan sosial-keagamaan masyarakat. Dengan cakupan kerja lintas generasi, dari anak-anak hingga lansia, para penyuluh memainkan peran vital sebagai pendidik umat, penggerak moderasi beragama, serta agen perubahan sosial.

Di tengah tantangan era Artificial Intelligence, buku ini juga mengajak pembaca untuk memahami urgensi transformasi dakwah dari ruang-ruang konvensional menuju ruang digital. Media sosial sebagai arena publik baru menuntut kehadiran narasi keagamaan yang inklusif, moderat, dan mencerahkan. Di sinilah penyuluh diuji untuk mampu beradaptasi, memanfaatkan teknologi, sekaligus menjaga nilai-nilai profetik dalam setiap aktivitas penyuluhan.

Ditulis oleh para CPNS Penyuluh Agama Islam angkatan 2025 di Jawa Timur, buku ini bukan hanya dokumentasi pengalaman awal, tetapi juga manifestasi tanggung jawab moral untuk memperkenalkan profesi ini kepada publik luas. Lebih dari itu, buku ini menjadi seruan intelektual agar para penyuluh terus berkontribusi dalam produksi pengetahuan, memperluas literasi keagamaan, dan memperkuat sinergi antara negara dan masyarakat.

Sebuah karya reflektif sekaligus inspiratif yang menegaskan: di era AI, Penyuluh Agama Islam tetap menjadi penjaga nilai, penerjemah kebijakan, dan pelita bagi kehidupan umat.

 
 
 
 

Scroll to Top