Islam dan Kebudayaan Maritim: Tradisi Pengabdi Laut Masyarakat Bugis
| Judul |
Islam dan Kebudayaan Maritim: Tradisi Pengabdi Laut Masyarakat Bugis |
| Penulis |
Al Mudzill |
| Jumlah Halaman | 326 |
| ISBN | dalam proses |
| Harga | 90.000 |
Sinopsis:
Buku Islam dan Kebudayaan Maritim: Tradisi Pengabdi Laut Masyarakat Bugis mengulas secara mendalam relasi antara Islam dan kebudayaan maritim dalam tradisi Maccera Tasi yang hidup di tengah masyarakat Bugis-Luwu, Sulawesi Selatan. Tradisi ini bukan sekadar ritual adat masyarakat pesisir, melainkan representasi dialog panjang antara ajaran Islam, kearifan lokal, dan kesadaran ekologis yang diwariskan lintas generasi. Melalui pendekatan antropologi dengan perspektif teori diskursif Islam Talal Asad, buku ini menampilkan bagaimana Islam hadir, beradaptasi, dan bernegosiasi dengan budaya maritim tanpa menghapus identitas lokal masyarakat Bugis.
Berbasis penelitian lapangan dengan observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, buku ini mengungkap berbagai bentuk manifestasi Islam dalam tradisi Maccera Tasi, seperti penggunaan azan sebagai pembuka ritual, doa-doa monoteistik, perubahan simbolik dalam persembahan, hingga nilai ekoteologi yang tercermin dalam Sokko’ Empat Rupa sebagai simbol harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan. Selain itu, pembaca diajak memahami makna simbolik berbagai elemen ritual, mulai dari tarian Pajaga Bone Balla, hiasan perahu, menara Ance, hingga pelepasan ikan Tiko-tiko sebagai bentuk penghormatan terhadap laut dan kehidupan di dalamnya.
Buku ini juga memperlihatkan bahwa tradisi Maccera Tasi memiliki fungsi sosial yang penting sebagai media pemersatu masyarakat, sarana penyelesaian konflik, sekaligus penguat kesadaran kolektif terhadap kelestarian lingkungan maritim. Di tengah perjumpaan Islam dan budaya lokal yang terkadang memunculkan ketegangan, masyarakat Bugis-Luwu justru menunjukkan kemampuan adaptif dalam memadukan nilai-nilai Islam dengan warisan budaya pra-Islam secara harmonis. Dari proses tersebut lahirlah bentuk pluralitas ortodoksi Islam yang khas dan berakar pada kearifan lokal masyarakat pesisir.
Dengan bahasa akademik yang reflektif namun tetap mudah dipahami, buku ini menawarkan perspektif baru mengenai Islam sebagai fenomena yang plural, dinamis, dan kontekstual dalam ruang kebudayaan maritim Nusantara. Buku ini penting dibaca oleh akademisi, peneliti, mahasiswa, pemerhati budaya, serta masyarakat umum yang ingin memahami hubungan Islam, tradisi lokal, dan ekologi maritim dalam bingkai keberagaman Indonesia
