Kritik Paradigmatik Sains Modern: Akar Filosofis Krisis Ekologi dan Jalan Keluar Sistemik-Holistik ala Fritjof Capra
| Judul |
Kritik Paradigmatik Sains Modern: Akar Filosofis Krisis Ekologi dan Jalan Keluar Sistemik-Holistik ala Fritjof Capra |
| Penulis |
Fajar Afwan |
| Jumlah Halaman | 300 |
| ISBN | dalam proses |
| Harga | 90.000 |
Sinopsis:
Krisis ekologi global—mulai dari perubahan iklim, deforestasi, pencemaran lingkungan, hingga kepunahan biodiversitas—sering dipahami sebagai akibat dari kemajuan teknologi dan industrialisasi. Buku ini mengajak pembaca melihat persoalan tersebut dari akar yang lebih mendasar: paradigma sains modern yang membentuk cara manusia memahami alam dan menempatkan dirinya di dalamnya. Melalui pembacaan kritis terhadap pemikiran Fritjof Capra, buku ini menunjukkan bahwa krisis ekologis bukanlah sekadar kegagalan pengelolaan lingkungan, melainkan konsekuensi logis dari cara berpikir mekanistik, reduksionistik, dan eksploitatif yang telah mendominasi peradaban modern selama berabad-abad.
Secara sistematis, buku ini menguraikan tiga kritik utama Capra terhadap paradigma sains modern. Pertama, kritik ontologis terhadap dualisme Cartesian yang memisahkan manusia dari alam sehingga relasi keduanya berubah menjadi hubungan subjek dan objek. Kedua, kritik metodologis terhadap reduksionisme Newtonian yang memecah realitas menjadi bagian-bagian terpisah dan mengabaikan keterkaitan antarsistem kehidupan. Ketiga, kritik teleologis terhadap rasionalitas instrumental Baconian yang mengubah ilmu pengetahuan menjadi alat dominasi dan eksploitasi alam. Dengan memperkaya analisis melalui perspektif ekofeminisme, buku ini juga mengungkap bagaimana paradigma sains modern mengandung bias androsentris yang turut melanggengkan logika penaklukan terhadap alam dan kelompok-kelompok yang diposisikan sebagai “yang lain”.
Lebih jauh, buku ini menegaskan bahwa perubahan iklim, kerusakan hutan, krisis air, hingga hilangnya keanekaragaman hayati merupakan manifestasi dari paradigma yang memandang alam sebagai mesin tanpa nilai intrinsik. Ketika kesucian alam dikesampingkan, eksploitasi sumber daya menjadi sesuatu yang dianggap rasional dan bahkan dipandang sebagai indikator kemajuan peradaban.
Sebagai jalan keluar, buku ini menawarkan sintesis paradigma sistemik-holistik yang mengintegrasikan systems thinking Fritjof Capra dengan konsep scientia sacra Seyyed Hossein Nasr. Melalui sintesis tersebut, alam dipahami kembali sebagai jaring kehidupan yang saling terhubung sekaligus sebagai manifestasi Ilahi (tajalli) yang memiliki nilai sakral. Transformasi ini tidak hanya menuntut perubahan cara berpikir, tetapi juga perubahan nilai, etika, serta praktik kehidupan menuju hubungan yang lebih harmonis antara manusia dan alam.
Buku ini juga memberikan pembacaan yang kritis terhadap pemikiran Capra dengan menunjukkan keterbatasannya, khususnya kecenderungan menyederhanakan hubungan antara fisika modern dan mistisisme. Oleh karena itu, paradigma sistemik yang ditawarkan perlu diperkaya dengan perspektif teori kritis agar mampu menjelaskan dimensi sosial, politik, dan ekonomi yang melatarbelakangi krisis ekologi kontemporer.
Ditulis dengan pendekatan filosofis yang tetap komunikatif, buku ini menjadi bacaan penting bagi akademisi, mahasiswa, peneliti, pemerhati lingkungan, serta siapa pun yang ingin memahami bahwa penyelamatan bumi bukan hanya persoalan teknologi dan kebijakan, tetapi juga persoalan cara pandang terhadap kehidupan. Pada akhirnya, buku ini menegaskan bahwa transformasi paradigma menuju sains yang sistemik, holistik, dan berlandaskan nilai-nilai spiritual merupakan prasyarat utama bagi terwujudnya peradaban yang berkelanjutan, adil, dan menghormati alam sebagai sesama entitas kehidupan.
