Saat Tidak Dipentingkan: Menata Hati Dalam Perjalanan Profesional

061 web
Judul

Saat Tidak Dipentingkan: Menata Hati Dalam Perjalanan Profesional

Penulis Dedi Masri & Mundhakir Salman
Jumlah Halaman 209
ISBN dalam proses
Harga 100.000

Sinopsis:

Dari Merengkuh Nikmat Menuju Merengkuh Ketetapan adalah sebuah refleksi perjalanan batin tentang bagaimana manusia belajar menerima kehidupan—bukan hanya ketika Allah menghadirkan nikmat, tetapi juga ketika Dia menetapkan sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan. Buku ini lahir dari pengalaman tentang kesibukan, tanggung jawab, tekanan profesional, pencapaian, serta pergulatan hati yang sering kali tidak terlihat di balik keberhasilan seseorang.

Pada awal perjalanan, manusia mungkin lebih mudah belajar bersyukur ketika menerima kesempatan, amanah, keluarga, kesehatan, dan berbagai capaian yang membahagiakan. Namun, perjalanan hidup membawa kita pada fase yang berbeda: ketika usaha telah dilakukan dengan maksimal, tanggung jawab telah ditunaikan, tetapi apresiasi tidak datang; ketika kontribusi tidak disebut; ketika harapan kecil tidak terpenuhi. Pada titik inilah seseorang berhadapan dengan pertanyaan yang lebih mendalam: apakah kita mampu tetap bekerja dengan tulus ketika tidak dilihat, tetap berbuat baik ketika tidak dihargai, dan tetap bersyukur ketika hasil tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan?

Melalui pengalaman spiritual dalam kesunyian malam dan sujud yang panjang, buku ini mengajak pembaca melihat kembali makna ikhlas, ketangguhan, kerendahan hati, dan tawakal. Ada kesadaran bahwa keinginan untuk dihargai dan dipentingkan merupakan bagian dari fitrah manusia. Namun, ketika hati terlalu bergantung pada pengakuan manusia, kehidupan menjadi rapuh oleh kekecewaan, perbandingan, dan rasa kurang. Sebaliknya, ketika orientasi dikembalikan kepada Allah, seseorang dapat menemukan ketenangan yang tidak bergantung pada penilaian orang lain.

Buku ini juga mengungkap dua ujian yang sama-sama membutuhkan penataan hati: ketika kita tidak dipentingkan dan ketika kita justru terlalu dipentingkan. Tidak dipentingkan menguji ketangguhan, sedangkan dipentingkan menguji kerendahan hati. Keduanya dapat menjadi jalan pembelajaran apabila dihadapi dengan kesadaran spiritual. Karena itu, buku ini bukanlah upaya untuk menjelaskan masa lalu, meluruskan persepsi, atau membuktikan sesuatu kepada siapa pun. Ia merupakan catatan perjalanan untuk terus memberikan kontribusi terbaik, menjaga integritas, bertanggung jawab terhadap proses, tangguh menghadapi tekanan, dan menyerahkan hasil kepada Allah.

Dengan pijakan nilai-nilai Islam sekaligus pesan yang bersifat universal, buku ini berbicara tentang manusia yang terus belajar menata hati di tengah tuntutan kehidupan. Tentang bagaimana tetap baik ketika tidak dilihat, tetap rendah hati ketika dipuji, tetap bersyukur ketika sesuatu tertunda, dan tetap dekat kepada Allah dalam setiap keadaan.

Pada akhirnya, Dari Merengkuh Nikmat Menuju Merengkuh Ketetapan bukanlah buku tentang menjadi hebat atau selalu berhasil. Buku ini adalah perjalanan untuk memahami bahwa manusia dapat merancang, berusaha, bekerja sungguh-sungguh, dan menjaga integritas, tetapi tetap ada ketetapan Ilahi yang berada di luar kendali manusia. Ketika keinginan untuk mengendalikan semuanya mulai dilepaskan dan digantikan dengan keyakinan kepada Allah, di sanalah ketenangan perlahan ditemukan.

Sebuah buku tentang belajar menerima. Tentang bekerja tanpa harus selalu dilihat. Tentang memberi tanpa selalu disebut. Tentang berserah tanpa kehilangan ikhtiar. Dan tentang menemukan ketenangan dengan merengkuh ketetapan-Nya.

Scroll to Top