Islam dan Ilmu Pengetahuan: Dialektika Iman, Akal, dan Peradaban
| Judul | Islam dan Ilmu Pengetahuan: Dialektika Iman, Akal, dan Peradaban |
| Penulis |
Anisa, Aisyah Azzahra, Husni Mubarak, Fengki Firdaus, La Ode Maafi, Nuzul Rahmat Andi Susanti, KK. Melodia Dinda Safitri, Nining Ardiani Rahayu, Risda Nofiana, Putri Oktafiani, Revilda, Ghinanda Dwi Prahayani, Revalina Syalsa Oktapiani, Marshela, Atikah Fikriyyah, Fatimah Azzahrah, Hasrun, Umi Nurjanna, Alya Zahrani Fauziah, Gilang Ramadhan, Vika Erlianda, Natasya. |
| Jumlah Halaman | 250 |
| ISBN | dalam proses |
| Harga | 50.000 |
Sinopsis:
Buku Islam dan Ilmu Pengetahuan: Dialektika Iman, Akal, dan Peradaban mengkaji hubungan dinamis antara iman (tauhid), akal (rasio), dan perkembangan peradaban Islam dalam lintasan sejarah dan pemikiran keilmuan. Berangkat dari pandangan bahwa kemajuan peradaban Islam ditandai oleh berkembangnya ilmu pengetahuan, buku ini menegaskan bahwa keimanan yang kokoh menjadi fondasi moral dan spiritual bagi tanggung jawab sosial manusia, sementara akal berperan sebagai instrumen penting dalam memahami dan mengaktualisasikan nilai-nilai keimanan dalam kehidupan nyata.
Melalui refleksi pemikiran tokoh dan tradisi intelektual Islam, buku ini menyoroti dialektika iman dan rasio sebagai kekuatan utama dalam membangun peradaban pengetahuan. Keimanan tidak diposisikan secara antagonistik terhadap akal, melainkan saling melengkapi dan mengarahkan ilmu pengetahuan agar memberikan manfaat luas bagi kehidupan manusia. Dengan pendekatan teoritis dan historis, buku ini menempatkan Islam sebagai agama yang memiliki akar peradaban ilmiah yang kuat dan relevan untuk dikaji dalam konteks perkembangan ilmu pengetahuan modern.
Dihadirkan sebagai karya akademik kolektif, buku ini menjadi ruang diskusi bagi para penulis dalam mengelaborasi relasi Islam, ilmu pengetahuan, dan peradaban secara kritis dan konstruktif. Buku ini diharapkan dapat menjadi rujukan penting bagi peneliti, akademisi, dosen, dan mahasiswa, sekaligus memperkaya khazanah studi Islam dengan perspektif integratif yang menempatkan iman, akal, dan ilmu pengetahuan sebagai pilar utama pembangunan peradaban Islam yang berkelanjutan.
