Dari Kampanye ke Kemenangan: Strategi Komunikasi Gerindra pada Pemilu Indonesia
| Judul |
Dari Kampanye ke Kemenangan: Strategi Komunikasi Gerindra pada Pemilu Indonesia |
| Penulis | Ade Widiastusi |
| Jumlah Halaman | 160 |
| ISBN | dalam proses |
| Harga | 70.000 |
Sinopsis:
Keberhasilan sebuah partai politik dalam memenangkan kontestasi pemilu tidak hanya ditentukan oleh kekuatan organisasi, tetapi juga oleh kemampuan membangun strategi komunikasi politik yang efektif. Buku Dari Kampanye ke Kemenangan: Strategi Komunikasi Gerindra pada Pemilu Indonesia mengupas secara mendalam bagaimana Partai Gerindra merancang dan mengimplementasikan strategi komunikasi politik untuk meningkatkan elektabilitas dan perolehan suara, dengan menjadikan Pemilu Legislatif 2014 di Kota Pekanbaru sebagai studi kasus utama.
Melalui pendekatan ilmiah yang didasarkan pada hasil penelitian lapangan, buku ini menguraikan berbagai strategi komunikasi yang diterapkan oleh para politisi Partai Gerindra, mulai dari sosialisasi politik kepada masyarakat, penyelenggaraan berbagai kegiatan (event), pelaksanaan kampanye yang terstruktur, hingga praktik komunikasi transaksional yang menjadi bagian dari dinamika politik elektoral di Indonesia. Strategi-strategi tersebut dianalisis dalam kaitannya dengan efektivitas komunikasi politik dalam membangun kedekatan antara partai dan masyarakat.
Selain mengulas strategi yang digunakan, buku ini juga menjelaskan faktor-faktor yang mendukung keberhasilan Partai Gerindra dalam meningkatkan perolehan suara. Salah satu faktor terpenting adalah figur kepemimpinan Prabowo Subianto sebagai pendiri sekaligus tokoh sentral partai yang memiliki daya tarik politik kuat. Di samping itu, citra Partai Gerindra sebagai partai yang berpihak kepada kepentingan rakyat menjadi modal politik yang berhasil membangun kepercayaan publik.
Di sisi lain, buku ini tidak mengabaikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses komunikasi politik tersebut. Keterbatasan sumber daya finansial untuk mendukung kegiatan sosialisasi, kampanye, dan aktivitas politik lainnya menjadi hambatan yang signifikan. Selain itu, persepsi sebagian masyarakat yang masih mengaitkan Prabowo Subianto dengan kekhawatiran akan kembalinya nuansa pemerintahan Orde Baru turut memengaruhi penerimaan publik terhadap partai pada masa itu.
Dengan memadukan perspektif komunikasi politik, pemasaran politik, dan perilaku pemilih, buku ini memberikan gambaran komprehensif mengenai bagaimana strategi komunikasi dapat menjadi instrumen penting dalam membangun citra politik, memengaruhi opini publik, serta mengantarkan sebuah partai menuju kemenangan elektoral. Buku ini sangat relevan bagi akademisi, mahasiswa, peneliti, praktisi politik, konsultan komunikasi, serta siapa pun yang ingin memahami dinamika strategi komunikasi partai politik dalam sistem demokrasi Indonesia.
