Pengantar Literasi Orientalis Barat Atas Al Quran

whatsapp image 2026 08 19 at 10.50.13web
Judul

Pengantar Literasi Orientalis Barat Atas Al Quran

Penulis

Abdullah Safei

Jumlah Halaman 140
ISBN dalam proses
Harga 90.000

Sinopsis:

Pengantar Literasi Orientalis Barat Atas Al-Qur’an menghadirkan pembahasan komprehensif mengenai perkembangan studi Al-Qur’an dalam tradisi orientalisme Barat dengan pendekatan akademik yang objektif, kritis, dan dialogis. Buku ini tidak menempatkan orientalisme semata sebagai objek kritik, melainkan sebagai tradisi keilmuan yang perlu dipahami secara proporsional untuk memperkaya khazanah studi Al-Qur’an kontemporer. Dengan demikian, pembaca diajak menelaah bagaimana berbagai pandangan orientalis berkembang, sekaligus menimbangnya berdasarkan metodologi ilmiah dan tradisi intelektual Islam.

Melalui pendekatan hermeneutika Jorge J. E. Gracia, buku ini menjelaskan bahwa pemahaman terhadap Al-Qur’an tidak dapat dilepaskan dari dimensi ontologis, linguistik, dan historis teks. Kerangka tersebut memungkinkan terbangunnya dialog antara warisan tafsir klasik dengan kebutuhan interpretasi di era modern tanpa mengabaikan otoritas Al-Qur’an sebagai wahyu. Pendekatan ini menjadi jembatan untuk menghindari dua kutub ekstrem, yaitu penafsiran yang mengklaim makna tunggal secara absolut maupun relativisme yang menghilangkan kepastian makna.

Buku ini juga mengulas secara sistematis sejarah pewahyuan, transmisi, pengumpulan, dan kodifikasi Al-Qur’an sejak masa Nabi Muhammad ﷺ hingga standarisasi mushaf pada masa Khalifah Utsman ibn ‘Affan. Berbagai bukti historis, tradisi hafalan, dokumentasi wahyu, serta temuan manuskrip awal dipaparkan untuk menunjukkan bahwa proses kodifikasi merupakan bentuk pelestarian autentisitas teks, bukan rekonstruksi terhadap isi Al-Qur’an. Pembahasan tersebut sekaligus memberikan landasan akademik dalam memahami konsistensi transmisi Al-Qur’an sepanjang sejarah.

Di sisi lain, buku ini mengkaji secara kritis berbagai pandangan orientalis mengenai otentisitas Al-Qur’an beserta perkembangan metodologi yang digunakan dalam studi Al-Qur’an modern. Pembaca diajak memahami bahwa orientalisme bukanlah tradisi yang bersifat tunggal, melainkan mengalami perkembangan dari pendekatan yang cenderung skeptis menuju kajian yang lebih empiris, moderat, dan berbasis data. Oleh karena itu, buku ini mendorong lahirnya dialog ilmiah yang lebih konstruktif antara perspektif akademik Barat dan tradisi keilmuan Islam.

Ditulis dengan bahasa yang sistematis dan mudah dipahami, buku ini sangat relevan bagi mahasiswa, dosen, peneliti, serta masyarakat yang ingin memahami dinamika studi Al-Qur’an dalam konteks akademik modern. Melalui pendekatan interdisipliner yang mengintegrasikan sejarah, hermeneutika, filologi, dan kajian orientalisme, buku ini diharapkan menjadi pengantar yang kokoh untuk membangun literasi kritis, memperkuat pemahaman terhadap otentisitas Al-Qur’an, serta memperluas cakrawala dialog keilmuan antara tradisi Islam dan dunia akademik global.

 
 

Scroll to Top