APARATUR SIPIL NEGARA: Budaya dan Iklim Kerja dalam Al-Qur’an

whatsapp image 2026 04 22 at 15.09.36 web
Judul

APARATURSIPIL NEGARA: Budaya dan Iklim Kerja dalam Al-Qur’an

Penulis

Ruddy Yunivan

Jumlah Halaman 291
ISBN 978-634-05-0497-2
Harga 80.000

Sinopsis:

Buku APARATUR SIPIL NEGARA: Budaya dan Iklim Kerja dalam Al-Qur’an menghadirkan sebuah kajian mendalam yang mengintegrasikan nilai-nilai Qur’ani dengan praktik profesional aparatur sipil negara (ASN) dalam konteks budaya dan iklim kerja modern. Berangkat dari penelitian kualitatif berbasis tafsir tematik (maudhu’i) dan riset lapangan, karya ini mengungkap bahwa produktivitas dan kualitas kinerja ASN tidak hanya ditentukan oleh sistem administratif, tetapi juga oleh fondasi nilai spiritual yang holistik.

Melalui eksplorasi terhadap ayat-ayat Al-Qur’an dan realitas empiris, buku ini menegaskan empat pilar utama budaya kerja Qur’ani: integritas, profesionalisme, tanggung jawab, dan keteladanan, Keempat nilai ini menjadi landasan dalam membangun lingkungan kerja yang harmonis, produktif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang beretika. Penulis menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai tersebut mampu meningkatkan motivasi, kinerja, serta menciptakan sinergi antara tugas profesional dan panggilan moral-spiritual ASN.

Selain itu, buku ini juga memperkaya diskursus dengan mendialogkan temuan penelitian dengan pemikiran tokoh-tokoh manajemen modern seperti Edgar Schein, Peter Drucker, dan Daniel Goleman, sekaligus mengkritisi pendekatan klasik yang terlalu menekankan aspek struktural dan pengawasan semata. Dengan demikian, karya ini tidak hanya bersifat normatif-religius, tetapi juga analitis dan kontekstual dalam menjawab tantangan birokrasi kontemporer.

Ditujukan bagi akademisi, praktisi birokrasi, serta pemerhati kebijakan publik, buku ini menawarkan perspektif baru bahwa harmonisasi antara nilai-nilai Al-Qur’an dan profesionalitas ASN bukanlah utopia, melainkan sebuah keniscayaan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan dan pendidikan yang berintegritas, inklusif, dan berkelanjutan di Indonesia.

 
 
 
 

Scroll to Top