Menangkal Ekstremisme Global Berbasis Agama: Peran Strategis Model Convey Indonesia
| Judul | Menangkal Ekstremisme Global Berbasis Agama: Peran Strategis Model Convey Indonesia |
| Penulis |
Anisa Jayanti S.IP, MA. |
| Jumlah Halaman | 229 |
| ISBN | dalam proses |
| Harga | 80.000 |
Sinopsis:
Buku Menangkal Ekstremisme Global Berbasis Agama: Peran Strategis Model Convey Indonesia mengulas secara komprehensif peran strategis Convey Indonesia sebagai aktor masyarakat sipil dalam upaya pencegahan ekstremisme berbasis agama di tingkat nasional dan global. Berangkat dari riset empiris yang kuat, buku ini menegaskan bahwa penanggulangan ekstremisme tidak dapat dibebankan semata-mata kepada negara, melainkan memerlukan keterlibatan aktif civil society, khususnya dalam ranah pendidikan, kebijakan publik, dan ruang sosial generasi muda.
Melalui analisis yang sistematis, buku ini memetakan kiprah Convey Indonesia di lingkup internasional sebagai promotor pendidikan agama moderat di kawasan ASEAN, pelopor penguatan resiliensi generasi muda bersama UNDP Indonesia, serta inisiator diplomasi perdamaian berbasis people to people melalui kerja sama dengan berbagai mitra global, termasuk Kedutaan Besar Jepang. Di tingkat nasional, Convey Indonesia ditampilkan sebagai konsolidator antara pemerintah dan masyarakat sipil, penghimpun jejaring organisasi masyarakat sipil (CSO), sekaligus katalisator kampanye kreatif dan persuasif berbasis media sosial yang efektif menjangkau kaum muda.
Buku ini juga menyoroti strategi tiga pilar yang menjadi fondasi kerja Convey Indonesia, yakni penelitian dan survei, advokasi kebijakan publik, serta kampanye publik. Ketiga pilar tersebut berkontribusi nyata dalam penguatan moderasi beragama, perbaikan kurikulum dan bahan ajar, serta peningkatan kapasitas guru Pendidikan Agama Islam. Dilengkapi dengan studi komparatif Asia Tenggara dan refleksi atas tantangan keberlanjutan program jangka panjang, buku ini menjadi referensi penting bagi akademisi, pembuat kebijakan, aktivis, dan siapa pun yang peduli terhadap upaya membangun perdamaian, toleransi, dan ketahanan generasi muda dari ancaman ekstremisme berbasis agama.
